Disusun oleh Anik
Rachmawati,SP,MMA Manusia untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya
umumnya selalu mengolah makanan dan bahan panqan menjadi minuman,
makanan. Pengolahan tersebut ditujukan untuk memperoleh masakan
yang masak dengan citarasa yang enak, tektur yang empuk dan penampilan
yang dikehendaki. Untuk memperoleh minuman/makanan tersebut manusia
dengan menggunakan teknologi yang dikuasai, juga menginginkan
minuman/makanan yang diperoleh : aman, awet dan mempunyai mutu yang baik
.
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI............
.........SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI............
Sabtu, 04 Mei 2013
Jumat, 14 Desember 2012
MENYUSUN MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
A.
Latar
Belakang
Efektivitas penyuluhan pertanian ditentukan oleh komponen-komponen
dalam sistem penyuluhan pertanian, di antaranya yaitu materi penyuluhan
pertanian. Materi yang efektif harus dipilih dan ditetapkan berdasarkan kebutuhan
sasaran. Materi disusun dari berbagai sumber yang relevan dan dapat
dipertanggungjawabkan, dan selanjutnya disajikan dalam format yang sistematis
dan jelas. Dalam hal ini, dalam menyusun materi penyuluhan pertanian terdapat
kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh penyuluh pertanian. Berkaitan dengan itu,
perlu pelatihan berkenaan dengan kompetensi menyusun materi penyuluhan
pertanian.
B.
Tujuan
Tujuan menyusun materi penyuluhan pertanian
yaitu:
1. Mempersiapkan bahan materi
penyuluhan pertanian.
2. Memilih dan menetapkan materi penyuluhan pertanian
3. Menyusun dan menyajikan materi
penyuluhan pertanian.
C.
Ruang
Lingkup
Ruang lingkup kegiatan menyusun materi penyuluhan
pertanian meliputi: memahami pengertian dan tujuan menyusun materi penyuluhan
pertanian; mengidentifikasi sumber-sumber materi penyuluhan pertanian; mengumpulkan
dan menyiapkan bahan untuk penyusunan materi penyuluhan pertanian berdasarkan
kebutuhan sasaran; mengelompokkan bahan penyusunan materi penyuluhan pertanian
berdasarkan jenis usaha tani, kelompok sasaran, dan tujuan yang ingin dicapai;
memilih dan menetapkan materi penyuluhan pertanian; dan menyusun materi
penyuluhan pertanian dalam bentuk sinopsis dan LPM.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN MENJADI TAMAN SAYUR YANG PRODUKTIF
Pada mulanya bertanam sayur di pekarangan hanya dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan halaman rumah yang tersisa,
sehingga kegiatan ini banyak dikembangkan di pedesaan. Namun saat ini budaya
bertanam sayuran di pekarangan ternyata juga disukai kalangan ibu rumah tangga
di daerah perkotaan. Memang bukan untuk pemenuhan gizi keluarga yang jadi
tujuan utama, melainkan lebih sekedar untuk menyalurkan hobi. Kegiatan ini
cukup bermanfaat terutama jika kebutuhan rempah atau sayuran yang mendesak.
Daerah perkotaan ada yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan maka
bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara
vertikultur. Dalam pemanfaatan pekarangan menjadi taman sayura sapek budidaya
dari tanaman tetap harus diperhatiakan. Dengan demikian tujuan dari pemanfaatan
pekarangan berapa pun luasannya akan memberikan hasil yang optimal.
Rabu, 12 September 2012
SL-PTT Padi (Ringkasan Materi)
Sekolah
Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) merupakan media pembelajaran
langsung di lapangan bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi permasalahan
dalam rangka peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Dalam SL-PTT
terdapat satu unit Laboratorium Lapangan (LL) yang merupakan bagian terfokus dari
kawasan sekolah lapang, berfungsi sebagai lokasi percontohan, tempat belajar
dan tempat praktek penerapan komponen teknologi PTT yang disusun dan diterapkan
oleh kelompoktani/petani peserta SL-PTT.
Senin, 10 September 2012
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (9) ‘Pethek’, Teknik untuk Siasati Keterbatasan Daya Tampung Lantai Jemur
Kadang kala, ketika musim panen, daya tampung lantai jemur menjadi masalah dalam pengeringan padi
yang sudah dirontokkan menjadi gabah. Petani Lamongan punya cara yang unik untuk mengatasinya.
Caranya, saat tiba musim panen, tanaman padi dipotong seperti biasa. Kemudian, setiap 2-3 rumpun
diletakkan di atas bekas potongan rumpun (Jawa: singgang) tadi. Setelah dibiarkan 3
4 hari di sawah,
segera lakukan perontok
an dengan mesin perontok.
Hebatnya, tanpa dijemur lagi, gabah hasil “Pethek” dapat disimpan 3-4 bulan di gudang, dengan
kadar air 17-20%.
Jumlah rumpun yang ditumpuk di atas singgang perlu betul-betul
diperhatikan. Sebab, kalau lebih dari 3 rumpun, tumpukan menjadi terlalu l
embab dan dapat mengundang penyakit atau bisa
mengalami proses pembusukan.
Tentu saja, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah keamanan padi yang sudah dipotong. Sebab, potongan yang diletakkan di atas singgang beresiko hilang diambil orang-orang
yang tidak bertanggung jawab. (sumber BPTP Jawa Timur)
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (8) Menekan Kehilangan Hasil Panen yang Masih 10-15%
Ada dua hal yang pada
umumnya menjadi penyebab kehilangan hasil yang paling dominan, yaitu umur panen
dan perontokan yang kurang tepat.
Umur panen yang tepat bergantung kepada varietasnya. Secara umum, jika tanaman
telah menguning 95%, sudah siap untuk dipanen.Tetapi untuk varietas yang mudah
rontok, sebaiknya dipanen saat 90% pertanaman mulai menguning. Setelah dipanen,
dianjurkan segera dirontokkan di tempat.
Perontokan yang dianjurkan menggunakan mesin perontok, baik yang bertenaga
mesin maupun yang bertenaga manusia (pedal). Selain itu, di bawah alat perontok
dipasang alas terpal plastik untuk mencegah gabah yang terlempar menjadi
hilang.
Setelah segala daya upaya dan kurbanan untuk memproduksi padi, justru petani
kehilangan hasil 10-15% hanya karena kekurang-cermatanSeri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (7) Pengairan Berselang, Sudah Hemat Air, Tanaman Tumbuh Lebih Baik
Pengairan berselang atau disebut juga intermitten adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian untuk: 1) Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas; 2) Memberi kesempatan kepada akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam; 3) Mencegah timbulnya keracunan besi; 4) Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (6) Menentukan Dosis Pupuk Spesifik Lokasi, Penting atau Harus?
Dalam satu hamparan, mungkin saja ada
banyak kondisi yang membedakan antar petakan sawah (seperti pada gambar).
Perbedaan itu mengakibatkan perbedaan pula dalam penentuan rekomendasi
pemupukannya. Hal itu belum banyak disadari oleh petani. Selain itu,
perbedaan kondisi tersebut dapat mengakibatkan perbedaan hasil
meski diperlakukan sama dalam hal pemupukan dan lainnya.
Oleh karena itulah penetepan pemupukan
sebaiknya spesifik lokasi. Bahkan, kalau memungkinkan, hendaknya spesifik
petakan.
Apakah mungkin ditetapkan rekomendasi pemupukan spesifik per petakan
sawah?
Tentu saja mungkin. Untuk penetapan dosis pupuk N menggunakan Bagan Warna
Daun (BWD). Unsur hara lainnya menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).
Dengan catatan, untuk penggunaan PUTS, karena harganya mahal, dianjurkan
digunakan dalam kelompok.
Ada cara lain yang dapat menghasilkan rekomendasi spesifik petakan sawah,
yaitu dengan mengakses web pada alamat: webapps.irri.org/nm/id/. Jika petani
masih kesulitan mengaksesnya, dapat diperoleh dengan bantuan petugas.
Pada halaman web pengunjung dipandu untuk menjawab berbagai pertanyaan
yang berkaitan dengan kondisi sawah dan perlakuannya selama ini. Pengunjung
juga dapat memasukkan target produksi maksimal sampai sistem tidak dapat
menjawab.
Dalam banyak kasus, rekomendasi yang diperoleh dari web di atas, dosis
pupuk yang dianjurkan lebih rendah dari kebiasaan petani, dengan produksi
sama. Hal itu menunjukkan, bahwa selama ini petani boros dalam penggunaan
pupuk. (sumber BPTP Jawa Timur)(
|
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (5) Inilah Jajar Legowo yang Sebenarnya
|
Sejak pertama kali
dimasyarakatkan, dalam Jajar Legowo (Jale) dikenal ada tiga model, yaitu 2:1,
4:1 dan 5:1. Model 2:1, berarti setiap dua baris tanam dipisahkan oleh
jarak yang lebih lebar (40 cm) dengan dua baris tanam sebelahnya. Begitu juga
dengan 4:1, setiap empat baris tanam dipisahkan oleh jarak yang lebih lebar
(40 cm) dengan empat baris tanam sebelahnya.
Namun sebenarnya, selain 2:1 tidak
memenuhi prinsip dan tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan Jale. Dengan
Jale 2:1, seluruh tanaman menjadi tanaman pinggir, sehingga lebih produktif.
Sedangkan 4:1 dan 5:1, hanya tanaman baris terluar saja yang menjadi tanaman
pinggir. Selain itu, kemudahan-kemudahan dalam pemeliharaan tanaman hanya
dapat diperoleh dengan Jale 2:1.
Salah satu hal yang unik, penerapan Jale 2:1, tanam bibit dapat dilakukan
dengan langkah maju, mundur dan menyamping (seperti pada gambar).
Penerapan Jale hanya model 2:1 harus
menjadi komitmen antar peneliti dan petugas lapangan, tutur Ir. Rohmat
Budiono, MP, salah seorang peneliti BPTP Jatim yang mencetuskan “Cara Cerdas
Budidaya Padi”. Dengan demikian prinsip dan tujuan yang ingin dicapai dengan
penerapan Jale dapat dicapai secara maksimal, imbuhnya. (sumber BPTP Jawa
Timur)
|
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (4) Tidak Benar Jajar Legowo itu Rumit
|
Salah satu keluhan petani yang enggan menerapkan jajar tanam Jajar Legowo
adalah anggapan penerapannya yang rumit.
Padahal dengan Jajar
Legowo berpotensi meningkatkan produksi 30%. Kerumitan itu disebabkan adanya
3 kombinasi jarak tanam, yaitu 20 x 10 cm sebagai satu grup barisan,
sedangkan antar grup barisan berjarak 40 cm, yang dikenal dengan sebutan
Jajar Legowo 2:1.
|
Minggu, 09 September 2012
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (3) Dengan Jajar Legowo Saja, Produksi Padi Berpeluang Meningkat 30%
Dengan menerapkan jajar tanam Jajar Legowo saja, produksi padi dapat meningkat sekitar 30%. Peningkatan produksi itu diperoleh dari hasil perkiraan akibat penerapan Jajar Legowo yang meningkatkan populasi tanaman sebesar 44%.
Tentu saja petani harus mau menerapkan komponen budidaya lain secara baik dan benar.
Namun demikian, menurut anggapan petani, penerapan Jajar Legowo rumit dalam pelaksanaannya, biaya tanam meningkat, gulma bertambah banyak dan produksi tidak meningkat.
Secara mendasar keluhan itu tampaknya lebih kepada kesalahan persepsi dan pemahaman yang kurang rinci.
|
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (2) Bibit Padi Siap Tanam 15 Hari dengan Ukuran Normal
oleh : Anik Rachmawati,SP,MMA
Salah satu faktor
penting untuk mencapai produktivitas tinggi tanaman padi adalah tanam bibit
muda (10–15 hari). Dengan catatan, rekomendasi itu tidak dianjurkan untuk
daerah endemik keong emas.
Petani umumnya tanam
bibit berumur 21–25 hari, sehingga enggan menanam bibit muda karena ukurannya
dianggap masih terlalu kecil. Oleh karena itulah, Ir. Rohmat Budiono, MP.,
salah seorang peneliti BPTP Jatim telah menemukan cara sederhana memacu
pertumbuhan bibit. Bibit yang dihasilkan meski baru berumur 10–15 hari,
ukurannya sama dengan umur 21 hari dengan cara biasa.
Seri Pencapaian Surplus 10 juta ton Beras 2014: (1) Kiat Tingkatkan Produksi Padi 2–3 ton/ha
oleh Anik Rachmawati,SP,MMA
5 hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai produksi yang diharapkan.
1. bibit yang ditanam harus
berumur muda, maksimal 15-18 hari. Umumnya petani enggan menanam bibit
muda dengan alasan ukurannya terlalu kecil. Dalam hal itu, penyuluh hendaknya
menjelaskan keuntungan tanam bibit muda itu.
2. cara tanam harus
menggunakan jajar legowo 2:1. Pada umumnya petani mengeluhkan peningkatan
biaya tanam jajar legowo. Sebab, dengan jajar legowo, populasi meningkat dari
250.000 menjadi 360.000 tanaman/ha (44%). Namun petani belum dipahamkan,
bahwa jajar legowo memberi keuntungan yaitu (1) semua tanaman menjadi tanaman
tepi, sehingga produktivitas per rumpun meningkat, (2) pemupukan menjadi
lebih efektif dan tepat sasaran, (3) mengurangi biaya tenaga penyiangan lebih
dari 50% (dengan alat landak/osrok), (4)pengendalian hama dan penyakit lebih
mudah dilakukan.
|
CARA PENGGUNAAN BWD
Bagan warna daun (BWD)
pertama kali dikembangkan di Jepang, dan kemudian peneliti-peneliti dari
Universitas Pertanian Zhejiang-Cina mengembangkan suatu BWD yang lebih baik dan
mengkalibrasinya untuk padi indica, japonica dan hibrida. Alat ini kemudiannya
menjadi model bagi BWD yang didistribusikan oleh Crop Resources and Management
Network (CREMNET) - IRRI untuk tanaman padi; suatu alat yang sederhana, mudah
digunakan, dan tidak mahal untuk menentukan waktu pemupukan N pada tanaman
padi. BWD ini merupakan alat yang cocok untuk mengoptimalkan penggunaan N,
dengan berbagai sumber pupuk N; pupuk-organik, pupuk-bio ataupun pupuk-kimia.
BWD terdiri dari empat warna hijau, dari hijau kekuningan (No. 2 pada kartu)
sampai hijau tua (No. 5 pada kartu). BWD tak dapat menunjukkan perbedaan warna
hijau daun yang terlalu kecil sebagaimana pada khlorofil meter (SPAD). Namun
BWD bisa dibandingkan dengan SPAD untuk menentukan ketepatan relatifnya dalam
menentukan status N tanaman padi (Gani, 2010).
Dari beberapa penelitian
yang dilakukan di Sukamandi, didapatkan korelasi dan regresi yang sangat nyata
secara statistik antara nilai-nilai BWD dan SPAD, karena itu nilai BWD dapat
digunakan untuk meregresikan nilai SPAD, pada berbagai musim, tipe tanah dan
varietas padi. Nampak bahwa pembacaan BWD dapat digunakan dengan ketepatan dan
validitas yang tinggi untuk mengukur warna daun.
Jumat, 07 September 2012
KRIPIK PISANG
Kripik pisang adalah produk makanan ringan
dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan
makanan yang diizinkan. Tujuan pengolahan pisang menjadi kripik pisang adalah
untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan/memperpanjang kemanfaatan buah
pisang. Syarat mutu kripik pisang dapat mengacu SNI 01-4315-1996, Kripik
Pisang.
Kripik pisang-Standar Teknis ini berlaku untuk pembuatan Pisang menjadi Kripik Pisang. Prosedur Opersional Pengolahan Kripik Pisang terdiri dari beberapa kegiatan meliputi penyiapan bahan baku Kripik pisang, penyiapan peralatan Kripik pisang dan kemasan Kripik pisang, pengupasan Kripik pisang dan pengirisan Kripik pisang, pencucian Kripik pisang dan perendaman Kripik pisang, penggorengan Kripik pisang, penirisan minyak Kripik pisang, pemberian bumbu Kripik pisang, pengemasan Kripik pisang dan pelabelan Kripik pisang, serta penyimpanan Kripik pisang. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat keripik pisang adalah sebagai berikut:
BERBAGI PENGALAMAN MENGIKUTI SERTIFIKASI PENYULUH PERTANIAN
OLEH : ANIK RACHMAWATI,SP,MMA
I.
PENDAHULUAN
Undang-Undang Nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan (SP3K) menyatakan bahwa penyuluh pertanian adalah suatu
profesi. Ini berarti bahwa sertifikasi profesi penyuluh pertanian menjadi suatu
keharusan, bukan merupakan suatu pilihan. Sertifikasi penyuluh pertanian
bertujuan untuk meningkatkan mutu dan proses penyuluhan pertanian, meningkatkan
profesionalisme penyuluh pertanian, melindungi profesi penyuluh pertanian dari
praktek-praktek yang tidak kompeten yang dapat merusak citra penyuluh pertanian, melindungi masyarakat dari
praktek-praktek penyuluh
pertanian pertanian yang tidak
bertanggungjawab dan menjamin mutu penyelengga-raaan penyuluh pertanian pertanian.
Penyuluhan Pertanian merupakan pekerjaan yang
membutuhkan keahlian khusus yang dihasilkan dari proses pendidikan profesi,
pelatihan profesi dan atau pengalaman kerja dan dibuktikan dengan Sertifikat
Profesi Penyuluh Pertanian. Berkaitan dengan itu Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi telah menerbitkan Standard Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI)
melalui keputusan Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nomor Kep 29/Men/III/2010.
Tahun anggaran 2012 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti asesmen
penyuluh pertanian level supervisor bidang tanaman pangan yang
diselenggarakan di BPP Batu. Saya ingin berbagi pengalaman yang mungkin
dapat menambah wawasan bagi rekan-rekan Penyuluh
yang akan mengikuti sertifikasi.
Sabtu, 28 Juli 2012
CARA PEMBIBITAN PADI DENGAN METHODE SRI
Oleh Anik
Rachmawati,SP,MMA
I.
PENDAHULUAN
a. Latar
belakang
SRI
adalah teknik budidaya padi yang mampu
meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan
tanaman, tanah, air dan unsur hara,
terbukti telah berhasil meningkatkan
produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih
dari 100%.
Metode
ini pertama kali ditemukan secara tidak
disengaja di Madagaskar antara tahun 1983 -84 oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor
Jesuit asal Prancis yang lebih dari 30 tahun hidup bersama petani-petani di
sana. Oleh penemunya, metododologi ini selanjutnya dalam bahasa Prancis
dinamakan Ie Systme de Riziculture Intensive disingkat SRI. Dalam bahasa
Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI. Tahun
1990 dibentuk Association Tefy Saina (ATS), sebuah LSM Malagasy untuk
memperkenalkan SRI. Empat tahun
kemudian, Cornell International Institution for Food, Agriculture and
Development (CIIFAD), mulai bekerja sama dengan Tefy Saina untuk memperkenalkan
SRI di sekitar Ranomafana National Park
di Madagaskar Timur, didukung oleh US Agency for International Development. SRI
telah diuji di Cina, India, Indonesia, Filipina, Sri Langka, dan Bangladesh
dengan hasil yang positif.
Selasa, 24 Juli 2012
CARA MEMBUAT BLOG DI BLOGSPOT
PANDUAN MEMBUAT BLOG DI BLOGSPOT
Sumber: http://sutoyoagribisnis.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-blog-di-blogspot.html
1. Apa itu Blog ?
Blog merupakan sigkatan dari “Web log” adalah salah satu aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.
Awalnya, blog dibuat sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial ( contoh blog ini ), curhat, bisnis dan lain sebagainya. Secara umum, blog tidak ada bedanya dengan situs yang ada di internet
Flatform blog atau seringkali disebut juga dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi mudah semudah menyebut angka 1 2 3.
Sumber: http://sutoyoagribisnis.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-blog-di-blogspot.html
1. Apa itu Blog ?
Blog merupakan sigkatan dari “Web log” adalah salah satu aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.
Awalnya, blog dibuat sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial ( contoh blog ini ), curhat, bisnis dan lain sebagainya. Secara umum, blog tidak ada bedanya dengan situs yang ada di internet
Flatform blog atau seringkali disebut juga dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi mudah semudah menyebut angka 1 2 3.
Kamis, 24 Mei 2012
PESNAB (PESTISIDA NABATI) Disusun oleh Anik Rachmawati,SP,MMA
Membuat Dan Mengaplikasikan Pestisida Nabati
A. Prinsip Pemanfaatan Pestisida Nabati Tumbuhan merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif. Dikenal suatu kelompok bahan aktif yang disebut “produk metabolit sekunder” (secondary metabolic products), namun fungsinya bagi tumbuhan tersebut dalam proses metabolisme kurang jelas. Kelompok ini berperan penting dalam berinteraksi atau berkompetisi, termasuk melindungi diri dari gangguan pesaingnya. Produk metabolik sekunder ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Pada tahap awal pemanfaatan pestisida nabati dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi dan sifat bahan tumbuhan yang dicoba, dan hal ini dapat dilaksanakan oleh siapa saja.
A. Prinsip Pemanfaatan Pestisida Nabati Tumbuhan merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif. Dikenal suatu kelompok bahan aktif yang disebut “produk metabolit sekunder” (secondary metabolic products), namun fungsinya bagi tumbuhan tersebut dalam proses metabolisme kurang jelas. Kelompok ini berperan penting dalam berinteraksi atau berkompetisi, termasuk melindungi diri dari gangguan pesaingnya. Produk metabolik sekunder ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati. Pada tahap awal pemanfaatan pestisida nabati dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi dan sifat bahan tumbuhan yang dicoba, dan hal ini dapat dilaksanakan oleh siapa saja.
Selasa, 10 April 2012
JENIS-JENIS PUPUK DAN CARA APLIKASINYA
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.
Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman.
Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman.
Langganan:
Postingan (Atom)














